Blogger templates

Selamat membaca sobat dedel, jangan lupa memberi komentar yaaaa

Monday, 22 October 2012

House of Sampoerna

Ajakan ke surabaya oleh Alet, membuatku tak berdaya untuk menolaknya. Apalagi si yokha yg meracuniku untuk menemaninya ke semeru menambah semangat untuk segera menuju surabaya. Berangkat dari jogja bersama satria, menuju janti tempat dimana kami menunggu kedatangan bus menuju surabaya. Tujuan kami berbeda. Aku akan explore kota surabaya sedangkan satria menonton konser slank di daerah kenjeran. 28 September jam 10 malam menggunakan bus ekonomi AC kami berdua berangkat. Tak lupa aku mengabari Alet bahwa aku sudah berada dalam bis. Perjalanan yang semula lancar tiba-tiba terdengar bunyi kaca pecah dari pintu belakang bus. Ternyata bus menyerempet ranting pohon di pinggir jalan yang lumayan besar. Sontak semua penumpang kaget. Entah bagaimana kronologinya kami berdua kurang tahu. Hanya sopir Dan kernetnya yg tau. Alhamdulillah tak terjadi apa-apa, hanya kaca bus yang pecah Dan bus melanjutkan perjalanan sampai terminal bungurasih surabaya. Kami berpisah di terminal. Aku menuju ke kantor yokha diantar oleh tiwul sedangkan satria menuju kenjeran menggunakan bus kota. Aku, tiwul, Alet Dan yokha berkumpul di kantor yokha di sebuah apartemen di daerah siwalankerto. Setelah mengisi perut, lantas kita menuju museum House of Sampoerna. Menggunakan angkot dilanjut dengan bus kota kami turun di jembatan merah plaza kemudian jalan kaki menuju museum. Disana, sudah menunggu tulus. Memang sebelumnya kami menghubungi dia untuk menemani explore selama kami di surabaya. Menikmati sebatang dua batamg rokok, akhirnya kami berlima masuk ke dalam museum. Cukup lama kami disana. Selain berfoto, kami disuguhkan oleh pengetahuan bagaimana cara rokok di buat sampai pengemasannya Dan masih banyak lagi. Sebenarnya Ada tour kota surabaya menggunakan bus dari museum. Tapi kami kurang beruntung karena tempat duduk sudah penuh. Jangan lupa mampir di museum House of Sampoerna kalau sedang liburan ke surabaya. Malam harinya, kami dijamu oleh yangkung di Wapo resto, begitu si Alet menyebutnya. Dan selanjutnya nongkrong si taman bambu runcing sampai mata mengantuk bersama para Backpacker Regional Surabaya. Dan akhirnya pendakian ke semeru ditunda seminggu setelahnya karena banyak yang ingin ikut setelah berbincang-bincang di Wapo resto. Sempat agak down kala itu, tapi ya sudahlah. tak perlu disesali karena tak jadi ke semeru. Yang terpenting adalah kebersamaan. Dapat teman-teman baru yang begitu bersahabat itulah yang terpenting.
Salam ransel

No comments:

Post a Comment