Salam Ransel sobat,
2 jam perjalanan yang memusingkan dengan kapal Bahari Express membuat beberapa orang penumpang mabuk laut. Begitu pula mas thoriq yang mulai berkeringat dingin. Hahahaha. Dari kaca kapal terlihat bayangan pulau. Apakah itu karimun?? benar saja. Semakin lama semakin dekat membuat bayangan itu seolah menjadi nyata. Dan setengah jam kemudian kami semua menginjakkan kaki di Karimunjawa. Raut mual di kapal seolah menjadi raut wajah yang bersinar seperti menemukan surga. Senyum bahagia tampak jelas di raut semuanya.
Tampak mbak Era sibuk dengan ponselnya seakan menghubungi seseorang. Si allet duduk-duduk entah melihat apa. Aku, eko dan adni berjalan-jalan disekitar pelabuhan. Nampak mas thoriq menyusul diikuti oleh omen dan aji. Ternyata mbak era menghubungi salah seorang pemilik homestay. Pak anto namanya. setelah bertemu dengan pak anto, kami akhirnya menuju ke homestay milik pak anto dengan menggunakan mobil. 30 ribu rupiah kami membayar satu mobil itu.
Sesampainya di homestay, kami lantas bersiap untuk menuju pantai ujung gelam menikmati sore dan berharap sunset yang bagus. Dengan mobil pick up kami berangkat menuju ujung gelam sore itu. Sejam perjalanan, akhirnya kami sampai di pantai Ujung Gelam setelah sempat mobil yang kami tumpangi mogok. Semua sibuk mencari spot foto yang bagus di pantai itu, kecuali aku, tulus, aji dan omen. Kami berempat berenang. Aleth juga ikut tapi cuma sekedar membasahi kakinya saja. Mas thoriq akhirnya juga ikut bergabung.
Mataharipun mulai tenggelam. Sunset yang dinanti segera tiba. semuanya sibuk dengan kamera masing masing. Akhirnya kami mendapatkan sunset yang indah di pantai ujung gelam dengan teman-teman baru, suasana baru dan kebersamaan yang membalut senja jingga sore itu.
Ujung Gelam, 25 Agustus 2012






No comments:
Post a Comment