Blogger templates

Selamat membaca sobat dedel, jangan lupa memberi komentar yaaaa

Monday, 16 December 2013

Puncak Mahameru Bersama Sahabat Dari Blora

Jumat, 7 September 2013 pukul 22.10 dengan tiket kereta yang sudah ditangan, kami ber-4 berangkat menuju Malang dengan menggunakan Kereta Api Malioboro Ekspress tujuan Stasiun Malang Baru. Kami berangkat dari stasiun Tugu Jogja. Aku, Afri, Mas Dhe dan Dek Dana duduk berhadap-hadapan di dalam gerbong kereta kelas ekonomi AC itu. Canda tawa dan semangat kala itu tiba-tiba sedikit redup tatkala salah seorang dari kami mendapat kabar bahwa baru saja kehilangan motor. Semua terdiam, tak tau harus berbuat apa kala itu di dalam gerbong kereta. Akhirnya kita memutuskan untuk istirahat dan membicarakannya kembali sesampainya di Stasiun Malang Baru. 
Paginya kami tiba di Stasiun Malang Baru sekitar pukul 05.30. Udara dingin khas kota malang menyambut kami pagi itu. Sambil ngopi di stasiun, kami membicarakan kembali musibah yang terjadi pada salah satu anggota team. Melanjutkan atau tidak trip ini merupakan keputusan yang sulit. Akhirnya setelah Afri telepon orangtuanya dan mendapatkan sedikit wejangan, keputusan kala itu adalah melanjutkan trip. Tujuan selanjutnya adalah Tumpang, tempat pak Ruseno atau biasa dipanggil Pak Rus. Dengan angkot stasiun yang kami sewa ber-4, kamipun menuju Tumpang. Satu jam perjalanan menuju Tumpang dari stasiun. Sesampainya di Tumpang saya langsung menemui mbak nur anak dari Pak rus untuk memesan tempat di truk. Dan setelah sedikit negosiasi, trukpun berangkat pukul 10.00. Kami memanfaatkan sisa waktu untuk berbelanja kekurangan logistik dan sarapan.
dedel lagi di ranupani
Pukul 10.00 , Truk pun berangkat. ada 2 truk kala itu dan masing2 truk berisi 20 orang pendaki. Dari Tumpang, selanjutnya kami menuju Ranu Pani. Ranu pani adalah desa terakhir sebelum kami memulai pendakian. SEMERU, kami ber-4 akan mendaki Gunung Semeru dengan puncaknya yang bernama Mahameru. Mahameru mempunyai ketinggian 3676 mdpl dan puncak paling tinggi se-pulau Jawa. Tepat adzan dhuhur, kamipun sampai di Ranupani. Sempat ishoma, kami segera menuju kantor balai TNBTS untuk registrasi pendakian. Sembari menunggu Afri registrasi, aku, mas dhe dan dek dana mengecek kembali peralatan dan logistik siapa tau ada yang kurang. Setelah semuanya beres dan tak ada yang kurang, kamipun langsung memulai pendakian. Kami mendaki ber-6 setelah bertemu dengan 2 orang Cirebon yang ingin bergabung. 
gapura pendakian
Pendakianpun dimulai. Kami awali dengan berdoa bersama agar mendapatkan kelancaran dan keselamatan dalam proses pendakian. Tujuan kami kala itu adalah Ranu Kumbolo, dan pukul 14.00 kami mulai melangkah meninggalkan Ranupani. Melewati ladang, dan mulai masuk hutan setelah 30 menit berjalan. Mulai masuk hutan, jalur landai memutari bukit demi bukit dengan sisi kiri adalah jurang. 1,5 jam berjalan kamipun sampai di pos 1. Beristirahat sejenak disana. Tak lama kamipun melanjutkan perjalanan. Singkatnya, kamipun terpisah dari 2 orang Cirebon itu sejak meninggalkan dari watu rejeng. Haripun sudah mulai gelap. Sinar-sinar cahayapun mulai terlihat. Ranu Kumbolopun semakin dekat. Kamipun mempercepat langkah dan ingin segera sampai di Ranu Kumbolo. Akhirnya 5 jam berjalan dari Ranu Pani, kamipun sampai di Ranu Kumbolo. Di Ranu Kumbolo, saya sudah disiapkan tempat oleh teman saya Yoka dan Ossa yang lebih dulu tiba disana. Yoka dan Ossa adalah teman saya dari Surabaya yang sering main ke Semeru. Malam itu kamipun bermalam di Ranu Kumbolo berteman kabut, dingin bersama kawan dalam hangatnya tenda (agak lebay). 
masak pagi di ranu kumbolo

pagi ranukumbolo
menu sarapan di ranu kumbolo

sosok keindahan

camping area ranu kumbolo

salah satu sudut ranu kumbolo

salah satu sudut ranu kumbolo

Suryapun pelan-pelan mulai nampak, akupun terbangun dan segera membangunkan teman yang lain. Memasak air untuk membuat kopi dan teh sambil menunggu Sunrise. Tak begitu bagus Sunrise kala itu karena kabut sedikit menghalangi pandangan. Akupun mulai menanak nasi, sayur dan lauk, sementara mereka ber-3 membantu menyiapkan bumbu. Di tenda sebelah nampak Yoka dan Ossa juga sedang memasak. Setelah dikira semuanya masakan matang, kamipun lantas sarapan pagi bersama-sama. Menu sarapan kala itu adalah oseng kacang panjang super pedas dengan lauk telor dadar ranjau ditemani oleh nasi pulen. Tak berlangsung lama, makananpun habis tak tersisa. Namanya di Gunung, tak ada makanan yang tak enak. Singkat cerita, kamipun bersiap-siap packing. Tetiba, duo Cirebon muncul dengan punggung kosong. Ternyata mereka kemarin ngedrop dan menyewa porter untuk membantu membawa barang hingga kalimati. Yokapun juga packing dan turun duluan ke Ranu Pani sementara kami melanjutkan pendakian dengan tujuan Kalimati. Setelah Packing, kamipun melanjutkan perjalanan. Terik mentari yang mulai menyengat. Pukul 10.00 kkami mulai meninggalkan Ranu Kumbolo. Jalur menanjak mengawali langkah meninggalkan Ranu Kumbolo. Tanjakan cinta namanya. Ada mitos di Tanjakan cinta dan mungkin semua pendaki juga tau. Sesampainya diatas Tanjakan Cinta, kamipun beristirahat sejenak menikmati pemandangan Ranu Kumbolo dari atas. Setelah melewati tanjakan cinta, sabana luas terhampar luas di depan mata. Oro-oro ombo namanya.
menuju cemara kandang
Berjalan diantara lavender yang sudah kering, ditemani terik mentari yang sangat menyengat sangat menguras tenaga. Akhirnya sampai juga di cemoro kandang setelah berjalan melewati tanjakan cinta dan oro-oro ombo. Ternyata, disana ada orang berjualan. Iseng-iseng mas dhe membeli jeruk. Dan ternyata satu buah jeruk harganya sangat tidak wajar. Sepuluh ribu rupiah harga jeruk dengan tidak berasa karena air dalam buah jeruk itu sudah susut. Alhasil, Mas dhe menamai tempat itu adalah 'Cemoro Jeruk'.
Kami melanjutkan perjalanan. Jalur mulai menanjak dengan melewati banyak pohon pinus disisi kanan kiri bekas kebakaran. Sampai pula di Jambangan, dan Puncak Mahameru terlihat jelas disini. Dari Jambangan, Kalimati sudah dekat dan medan relatif menurun. Akhirnya sekitar pukul 14.00 kami sampai di Kalimati dan disana duo Cirebon sudah menunggu dengan tendanya. Segera kami mendirikan tenda di Kalimati. Tak lama tendapun berdiri. Aku dan Afri bertugas mengambil air di sumber mani, sementara mas dhe dan dana menunggu di tenda dengan tugas menyiapkan bumbu masakan. 2 jam pp kalimati sumbermani kami berdua sampai lagi di tempat kami ngecamp. Akupun langsung mengambil alih posisi koki gunung dan bersiap memasak. Sementara yang lain dengan kegiatan masing-masing. Mereka bergantian membantu memasak dan sesekali mendekat di api unggun yang dibuat oleh porter disana. Jam 6 sore semua masakan sudah siap. Aku sengaja menanak nasi lebih banyak untuk bekal tenaga sebelum naik ke puncak. Kamipun makan bersama sore itu dan beristirahat setelah makan karena jam 10 malam nanti kami harus bersiap untuk muncak.
Tak terasa sudah jam 11 malam. Kamipun bangun dan bersiap untuk muncak. Mengisi perut dengan mie dan nasi kami rasa cukup. Jam setengah 1 kamipun mulai berjalan meninggalkan kalimati. Duo Cirebon sudah berjalan duluan jauh di depan. Jalur terjal mulai dilewati bercampur dengan debu yang sesekali mengganggu pernafasan. Hampir sejam berjalan, sampailah kami di Arcopodo. Nampak ada beberapa tenda tak berpenghuni disini. Beristirahat sejenak sambil ngopi dan makan agar-agar yang kami buat untuk bekal ke puncak. Kamipun melanjutkan perjalanan. 100 m berjalan angin mulai kencang. Aku dan Mas dhe mengajak berhenti sejenak di jalur mengamati kondisi. Afri dan Dana juga kami minta berhenti. Lumayan lama kami berhenti disitu. Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan dan sampai di Kelik. Angin sangat kencang dan kami berhenti disini. Aku dan Mas dhe agak ragu untuk melanjutkan. Sedangkan Afri dan Dana masih nampak semangat. Tapi Alam tidak bisa dilawan. Semakin lama angin semakin kencang. Setelah berdiskusi kami memutuskan untuk turun dan mencoba ke puncak malam berikutnya. Semua setuju dan kamipun turun kembali di kalimati. Sesampainya di Kalimati kami langsung beristirahat kecuali aku. Aku tak bisa tidur dan mencari kegiatan dengan menanak nasi. Jam 10an duo Cirebon datang dan bercerita kalau di puncak kabut dan sepanjang perjalanan di trek pasir angin sangat kencang. Akhirnya kami memasak bersama duo Cirebon setelah Dana, Afri dan mas dhe bangun dari tidur lelahnya. Siang itu kami berpisah dengan duo Cirebon yang berniat turun ke Ranupani. Setelah berpamitan, akupun ganti beristirahat dan aku tak tau apa yang 3 kawanku lakukan sampai aku terbangun. 
Jam 11 malam, kamipun mulai bersiap untuk mencoba summit yang kedua dengan kesepakatan kalau cuaca seperti kemarin kita mencoba naik. Jam 1 kami mulai meninggalkan Kalimati. Tak berlangsung lama, 45 menit kemudian sampai di arcopodo. Beristirahat sejenak sambil ngopi dan sedikit makan bekal roti tawar yang kami bawa. Kondisi cuaca saat itu angin lumayan tenang. Tak seriuh angin kemarin. Mungkin memang kali ini kami diijinkan untuk menikmati indahnya puncak mahameru. Istirahat dirasa cukup, kami bergegas melanjutkan pendakian dan sampai juga di batas vegetasi dengan medan yang berpasir. 3 kali melangkah 2 kali turun. Sangat menguras tenaga bagi kami. Aku selalu mengecek kondisi teman-teman kala itu. Afri terlihat mulai ngedrop. Kami selalu menyemangati. Sinar surya perlahan mulai muncul, indah sekali. Mulai terlihat wajah-wajah kawan penuh debu. Perjalanan masih panjang. Kami selalu menyemangati satu sama lain. Hampir jam 8 pagi kami akhirnya sampai di puncak Mahameru. Perjuangan yang terbayar di puncak. Kami larut dengan euforia masing-masing

foto bareng bule (Tom)

masih di ranu kumbolo

jambangan

mahameru

mapadut di mahameru

mumpung jonggring meletup

dedel di puncak mahameru
Terimakasih Mahameru, Terimakasih Mapadut.. Tiada yang lebih indah dari puncak kecuali kebersamaan. Aku mengakui itu. Maafkan aku yang terlalu egois kala itu teman. Semoga kita bisa mendaki bersama lagi.