Blogger templates

Selamat membaca sobat dedel, jangan lupa memberi komentar yaaaa

Thursday, 9 January 2014

climbing to the top of mount lawu

this is climbing video to the top of mount lawu




editor by Said Hidayat ( Naqita's Production House )

Tuesday, 7 January 2014

Video Pendakian Naqita di Merapi

Video tentang pendakian di Gunung Merapi bersama team Semprul dan Team Cimpluy



Video dibuat dan diedit oleh Rumah Naquita Production

Monday, 6 January 2014

Video Pendakian Merbabu bersama naqita

Video tentang perjalanan team semprul di gunung Merbabu

Video dibuat oleh bang said hidayat

Friday, 3 January 2014

Pendakian Gunung Sindoro bersama duo Batang

Kemana ko?' Gunung Sindoro jawab si Eko. Begitulah si Eko mengajakku ke Gunung Sindoro. Apalagi aku belum pernah mendaki gunung ini sebelumnya. Akhirnya kami sepakat untuk bertemu di basecamp sindoro di daerah kledung kabupaten temanggung tanggal 4 Mei 2012. Aku berangkat dari Jogja sedangkan Eko bersama Nurdiansyah alias Dian berangkat dari kampung halaman mereka yaitu Batang. Jam 7 malam aku tiba duluan di basecamp sedangkan mereka tiba setengah jam kemudian. Kami berencana melakukan start pendakian keesokan harinya. Tampak beberapa pendaki di basecamp, semuanya berangkat malam ini juga. Baru kali ini aku mendaki bersama keduanya. Kami kenal di komunitas jejaring sosial. Saat bertemu pun kami langsung akrab dan langsung bercanda layaknya orang yang sudah lama kenal. Waktunya untuk beristirahat, tapi sebelumnya kami melakukan ijin pendakian terlebih dahulu. Tak bisa tidur, ya itulah yang aku alami. Ternyata mereka juga tak bisa tidur. Dingin sekali waktu itu. Sesekali memejamkan mata dan sesekali juga terbangun. Dan pagipun sudah mulai terlihat. Seberkas cahayapun mulai masuk ke dalam basecamp. Packing ulang, dan sarapan kemudian kita berangkat pendakian jam setengah 8 pagi. Perjalanan santai, menikmati pemandangan alam, menyapa lalu lalang petani dan warga di sekitar ladang penduduk dimana kita awali pendakian. Dari basecamp sampai batas ladang penduduk ini sangat jauh sekali. Setelah sekitar 1 jam berjalan santai, akhirnya sampai juga di batas ladang penduduk dan sudah mulai nampak pintu hutan pertanda jalur pendakian sesungguhnya dimulai. Eko mengawali pendakian disusul dian dan aku dibelakang. Langkah demi langkah, dan sampai pula di pos satu. Kami lantas melanjutkan perjalanan. 5 menit dari pos satu, terdapat percabangan antara ke kiri dan lurus. Eko yang pernah mendaki gunung ini sebelumnya lupa-lupa ingat. Felling dia lurus, sedangkan aku berfikiran ke kiri. begitu pula dian yang berfikiran sama sepertiku. Yah ngikut si Eko aja deh kan dia pernah mendaki gunung ini sebelumnya. Dan apa yang terjadi, ternyata salah jalan. Kita balik ke pos 1. Tak apalah salah jalan. Buat cerita nantinya. Dari pos 1 ke pos 2 tak begitu jauh. Jalur masih landai, sesekali turun dan naik. Sedangkan dari pos 2 ke pos 3, jalur menanjak dan Tak ada bonus. dalam perjalanan dari pos 2 ke pos 3 kaki dian sering kram. Entah berapa kali dia mengerang kesakitan karena kram. Maklum sudah uzur tu orang. hahahaha.
Akhirnya sampai juga di pos 3 sekitar jam 2. Kami memutuskan untuk ngecamp di pos 3 karena kondisi waktu itu yang sudah mulai gerimis. Tampak beberapa tenda telah berdiri disana. Hujan pun mulai mengguyur. Tenda pun mulai kebanjiran karena kondisi tenda yang tak layak. Bergantian kami mengepel tenda karena air merembes masuk ke dalam. Angin yang kencang juga membuat beberapa pasak pun lepas. Dalam kondisi hujan, akupun keluar untuk membenarkan pasak. Basah dan kotor pula. Setelah selesai membenarkan pasak, si Dian aku suruh untuk membersihkan badanku dengan air yang tertampung di nesting. Tapi apa daya, ternyata dalam nesting masih ada sisa mie yang bercampur dengan tampungan air hujan. Pagi harinyapun badan bau soto, bekas guyuran semalam. hahahaha.. Jam 6 pagi itu kami bangun, membuat sarapan dan bersiap summit bareng bersama kelompok tenda depan kami. Jam 8 kami mulai start dari pos 3. Banyak sekali punggungan menuju puncak dari pos 3. Entah ada 4 atau 5. Cukup membuat kami frustasi. Ditambah si dian yang sudah mulai kram lagi. Setelah perjuangan hampir selama 3 jam, akhirnya kami sampai juga di puncak. Aku dan Eko turun ke kawah jolotundo, sedangkan dian cukup menikmati dan menunggu di puncak. Sejam menikmati puncak, sadar akan kabut yang sudah tebal kamipun turun kembali ke pos 3. Sampai di pos 3 kami membuat makan siang. Tepat pukul 3 kami turun kembali menuju basecamp dan sampai di basecamp bersamaan adzan maghrib.