Sebuah ajakan dari seseorang yang berdomisili di Sidoarjo tak bisa aku tolak. Mas Syamsudin namanya atau yangkung biasa aku memanggilnya. Lagipula aku juga rindu dengan hawa dingin dan pasir pegunungan. Merapi tujuan saat itu. Sehari sebelum hari sumpah pemuda, kami ber-5 bersepakat bertemu di basecamp barameru. Aku mengajak beberapa teman agar pendakian lebih ramai. Sayang, akhirnya kami cuma berempat karena mbak Heni tak bisa sampai basecamp karena ketinggalan kereta. Akhirnya, ber-4 kami memulai pendakian tepat jam 9 malam.
Aku, yangkung, mas thoriq, dan si roro (cewek satu-satunya)mulai berjalan dalam gelap malam. Tak lupa cahaya penerang sudah kami persiapkan. Sebelum berjalan, kami ber-4 berdoa agar perjalanan kami kala itu diberi kelancaran dan keselamatan.
Aku mengawali perjalanan mendaki kala itu, diikuti roro, yangkung dan mas thoriq. 50 meter dari basecamp jalan beraspal dan menanjak sudah membuat pemanasan cukup menguras tenaga. Sedikit mengatur nafas di gerbang New Selo, kami lantas melanjutkan perjalanan. Jalur sudah mulai tanah selepas new selo. Sesekali kami berhenti untuk sekedar membasahi tenggorokan dan sedikit mengatur nafas. Tak begitu dingin kala itu, namun angin sesekali kencang hingga menusuk tulang. Lumayan lama kami berjalan, hingga sampai pos 1 sekitar setengah 12. Beristirahat sejenak sembari makan gorengan yg dibawa mas thoriq. Jam 12 tepat, kami lantas melanjutkan pendakian. Watu Gajah target kami untuk ngecamp. Selepas pos satu jalur sudah mulai bervariasi. Jalur tanah berbatu sedikit menyulitkan. Kondisi kelelahan juga sudah mulai menghinggapi kami.
Akhirnya 2 jam kami berjalan santai dari pos satu, tiba juga ditempat biasa aku mendirikan tenda. Watu Gajah namanya. Mencari spot sangat sulit dikarenakan tempat hampir tak tersisa. untung masih ada sedikit celah walaupun miring tapi cukup untuk membuat tenda. Tanpa berpikir panjang akhirnya kami mendirikan tenda disana dan langsung beristirahat setelah tenda berdiri. Cahaya jingga sudah mulai nampak. Ternyata sudah jam setengah 5 pagi. Membangunkan yangkung yang tidur disebelahku dan kemudian membangunkan semuanya. Tak nampak sempurna sunrise kala itu. Hanya cahaya jingga yang tampak. Tak tampak sang surya seperti biasanya. Menikmati sejenak udara pagi dan sunrise kala itu meski tak sempurna. Setengah 6 pagi, setelah bekal summit sudah ku rasa cukup, kami ber-4 menuju pasar bubrah. Pasar bubrah adalah pos terakhir sebelum menuju puncak.
15 menit berjalan akhirnya kami sampai di pasar bubrah. Beristirahat sejenak, mengisi tenaga untuk summit, dan tak lupa memandang pemandangan indah sekitar. Tampak beberapa pendaki sudah berada di puncak. Adapula yang sedang upacara di puncak. Oh ya, pendakian itu bertepatan dengan hari sumpah pemuda. Setengah 7 tepat, kami lantas bersiap summit. Ada 2 jalur untuk summit dan kami mencoba jalur yang berbeda dengan jalur yang biasanya dipakai para pendaki. Para pendaki biasanya melipir melewati kawah mati, tapi kami tidak. Kami potong kompas, agar tidak terkena longsoran batu pendaki dari atas. Benar saja perkiraan saya, batu sebesar ban motor menggelinding dari puncak ke arah jalur kawah mati. Batu,.. batu,. teriak para pendaki dari atas. Sontak para pendaki dibawahnya kalang kabut menghindari batu yang jatuh dari atas. Sejam berlalu dan saya akhirnya sampai di puncak, disusul roro, yangkung dan mas thoriq berada paling belakang. Tampak raut bahagia ada pada wajah kami dan para pendaki yang sampai di puncak. Ucapan syukur kami haturkan kepada Sang Pemilik Alam Raya ini. Tanpa adanya rasa kebersamaan, rasa saling mengerti, saling menghargai satu sama lain, kita tak akan pernah dapat menggapai puncak ini bersama-sama.
Tak lupa berdoa sebelum perjalanan menjadi kunci utama.
Terima kasih yangkung, roro dan mas thoriq, dan mbak heni yang tak jadi berangkat tapi menyempatkan diri dengan datang ke basecamp, perjalanan ini adalah mula dari perjalanan kita yang sesungguhnya. Tak lupa kepada Dimas n friends, nice trip teman. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari pendakian ini.
SALAM LESTARI, Merapi 28 Oktober 2012




















asik...asik... hoooy
ReplyDeletehhahahahaha
ReplyDelete